Harga minyak melemah pada hari Selasa, dengan Brent dan WTI sempat menyentuh level terendah dalam satu minggu sebelum memangkas sebagian kerugiannya. Pasar terus mengevaluasi dampak dari penghentian sementara serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran, yang meningkatkan harapan terhadap solusi diplomatik sekaligus mengurangi kekhawatiran jangka pendek mengenai pasokan energi dari Timur Tengah.
Level Harga
- Brent: US$87,82 per barel, turun US$0,54 (-0,6%) pada pukul 00.46 GMT.
- WTI: US$81,95 per barel, turun US$0,66 (-0,8%).
- Kedua acuan harga tersebut sempat turun sekitar 1% selama perdagangan sebelum pulih sebagian.
Perkembangan Diplomatik Tetap Menjadi Perhatian
Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Amerika Serikat sedang melakukan pembicaraan yang "baik" dengan Iran dan melihat peluang untuk mencapai solusi diplomatik. Namun, ia juga memperingatkan bahwa aksi militer dapat kembali dilakukan apabila perundingan gagal. Iran turut menyatakan akan memberikan respons jika konflik kembali meningkat.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, mengatakan bahwa jeda sementara tersebut telah "mengurangi tekanan pada harga minyak" dan meredakan kekhawatiran terkait serangan Houthi, meskipun ia menekankan bahwa situasi masih "sangat dinamis".
Arus Pengiriman Masih Berada di Bawah Level Sebelumnya
Menurut Barclays, ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan melalui Selat Hormuz rata-rata mencapai 2,9 juta barel per hari pada pekan yang berakhir 24 Juli, turun dari 5,9 juta barel per hari pada pekan sebelumnya.
Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi memperingatkan bahwa pasukan Houthi berupaya meningkatkan tekanan di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Sementara itu, analis Marex Edward Meir mempertanyakan apakah kelompok tersebut memiliki kapasitas untuk mempertahankan gangguan berkepanjangan mengingat kemungkinan adanya respons dari Arab Saudi.
Kondisi Permintaan Tetap Menjadi Faktor Penting
Meir juga menyatakan bahwa permintaan yang lebih lemah, terutama di Asia, telah membatasi kenaikan harga minyak meskipun kekhawatiran terhadap pasokan masih ada. Pelaku pasar terus memantau perkembangan permintaan regional bersamaan dengan situasi geopolitik.
Peristiwa Penting Minggu Ini
Survei awal Reuters menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah dan bensin Amerika Serikat kemungkinan menurun pada pekan lalu, sementara persediaan produk distilat meningkat. Laporan resmi persediaan dari U.S. Energy Information Administration (EIA) yang dijadwalkan rilis pekan ini akan menjadi salah satu data penting bagi pelaku pasar, terutama ketika pasar terus memantau aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz.
