Imbal Hasil Obligasi Eropa Naik Saat Kurva Bund Semakin Curam Menjelang Risalah Fed Pertama di Era Warsh

Imbal Hasil Obligasi Eropa Naik Saat Kurva Bund Semakin Curam Menjelang Risalah Fed Pertama di Era Warsh

Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 2 tahun naik menjadi 2,63% pada hari Rabu, melampaui kenaikan 2 basis poin pada Bund tenor 10 tahun menjadi 3,03%, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran serta penyesuaian posisi investor menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve bulan Juni, yang turut meningkatkan volatilitas pasar obligasi Eropa.

Aksi jual yang dipimpin obligasi tenor pendek menjadi sorotan pasar dan mencerminkan pola yang juga terlihat pada obligasi Treasury AS.

→ Obligasi tenor pendek tampak mencerminkan penyesuaian ekspektasi inflasi di samping meningkatnya kekhawatiran geopolitik. Kenaikan harga minyak mentah sekitar 2% menjadi US$75,60 per barel setelah Washington mencabut pengecualian penjualan minyak Iran dapat mempersulit tren disinflasi di Zona Euro, sementara obligasi jangka pendek umumnya lebih sensitif terhadap ekspektasi kebijakan moneter dalam waktu dekat.

→ Imbal hasil Treasury AS juga bergerak lebih tinggi. Yield tenor 10 tahun naik ke kisaran 4,571%–4,59% setelah meningkat 8 basis poin pada sesi sebelumnya. Yield tenor 2 tahun naik menjadi 4,206%, sedangkan yield tenor 30 tahun bergerak di atas 5%. Kontrak berjangka suku bunga menunjukkan bahwa pasar memberikan probabilitas yang lebih tinggi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada September dibandingkan sehari sebelumnya.

→ Pelaku pasar juga mencermati gaya komunikasi Kevin Warsh. Sejumlah analis menilai pandangannya yang pernah disampaikan mengenai pembatasan forward guidance, preferensi terhadap pernyataan FOMC yang lebih ringkas, serta dukungannya terhadap pengurangan neraca bank sentral dapat memengaruhi ekspektasi komunikasi kebijakan moneter dan premi jangka waktu di pasar.

→ Risalah rapat FOMC bulan Juni yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa beberapa pejabat The Fed menilai kondisi pasar tenaga kerja yang tetap kuat dan inflasi inti yang masih tinggi sebagai faktor yang mendukung kemungkinan kenaikan suku bunga, sejalan dengan kekhawatiran pasar mengenai tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi.

Fokus pasar: Kenaikan imbal hasil yang dipimpin tenor pendek dapat mengindikasikan bahwa investor lebih menitikberatkan ekspektasi kebijakan moneter jangka pendek The Fed dan ECB, di samping perkembangan geopolitik. Pelaku pasar akan terus memantau pergerakan spread imbal hasil 2 tahun-10 tahun serta data ekonomi berikutnya untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai prospek inflasi dan arah kebijakan moneter.