NZD/USD Turun ke Sekitar 0,5635 Seiring Menguatnya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Sikap Hati-hati RBNZ

NZD/USD Turun ke Sekitar 0,5635 Seiring Menguatnya Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Sikap Hati-hati RBNZ

Dolar Selandia Baru melanjutkan pelemahannya untuk sesi kedelapan berturut-turut pada perdagangan Jumat, dengan pasangan NZD/USD diperdagangkan di sekitar 0,5635 selama sesi Asia. Mata uang ini berada di bawah tekanan setelah data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sementara Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tetap mengambil pendekatan yang hati-hati terhadap kebijakan moneternya.

Prospek Ekonomi AS Terus Mendukung Dolar AS

Data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dalam jangka waktu lebih lama. Headline Personal Consumption Expenditures (PCE) meningkat menjadi 4,1% secara tahunan (YoY) pada Mei, sementara Core PCE, indikator inflasi pilihan The Fed, naik menjadi 3,4%, level tertinggi sejak Oktober 2023.

Selain itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal pertama direvisi naik menjadi 2,1% secara tahunan, melampaui estimasi sebelumnya maupun ekspektasi pasar. Kombinasi data tersebut terus mendukung pandangan bahwa kebijakan moneter AS kemungkinan tetap ketat, sehingga memberikan dukungan bagi penguatan dolar AS.

RBNZ Mempertahankan Pendekatan yang Hati-hati

Reserve Bank of New Zealand mempertahankan Official Cash Rate (OCR) di 2,25% pada pertemuan kebijakan terakhirnya, seiring meredanya tekanan inflasi dan menurunnya harga energi yang membantu mengurangi tekanan biaya impor.

Pelaku pasar juga mencermati revisi proyeksi dari ASB Bank, yang kini tidak lagi memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada pertemuan RBNZ berikutnya. Bank tersebut menilai bahwa apabila kondisi ekonomi mendukung, pengetatan kebijakan dapat kembali dilakukan pada akhir tahun.

Perbedaan antara sikap Federal Reserve yang relatif lebih hawkish dan pendekatan RBNZ yang lebih berhati-hati telah memperlebar kesenjangan kebijakan kedua bank sentral, sehingga mengurangi dukungan bagi dolar Selandia Baru dalam jangka pendek.

Apa yang Sedang Diperhatikan Pasar?

Investor terus memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah karena perubahan harga energi dapat memengaruhi ekspektasi inflasi global dan sentimen pasar secara keseluruhan.

Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada rilis Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan serta pidato Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams dan Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari, yang berpotensi memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Level yang Perlu Diperhatikan

Level 0,5600 tetap menjadi area support penting bagi NZD/USD. Penurunan di bawah level tersebut dapat membuka peluang pelemahan lebih lanjut.

Di sisi atas, area 0,5680–0,5700 menjadi zona resistensi pertama, yang sebelumnya beberapa kali memicu tekanan jual.

Indikator teknikal menunjukkan bahwa momentum bearish masih mendominasi, meskipun investor akan terus mengevaluasi data ekonomi terbaru serta komunikasi dari bank-bank sentral untuk menentukan arah pergerakan pasangan mata uang ini selanjutnya.

Fokus Pasar

Pelaku pasar akan terus memantau data inflasi Amerika Serikat, pernyataan pejabat Federal Reserve, serta indikator ekonomi utama Selandia Baru untuk memperoleh petunjuk baru mengenai perbedaan arah kebijakan moneter yang diperkirakan tetap menjadi penggerak utama NZD/USD dalam waktu dekat.

Peringatan Risiko

Peringatan Risiko: Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi, nasihat keuangan, maupun rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Pasar valuta asing memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dan dapat dipengaruhi oleh data ekonomi, kebijakan bank sentral, perkembangan geopolitik, serta perubahan sentimen pasar. Investor disarankan untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan kondisi keuangan serta profil risikonya sebelum mengambil keputusan investasi.