Rupee India Melemah Tipis Meski Harga Minyak Turun Menjelang Data Ketenagakerjaan AS

Rupee India Melemah Tipis Meski Harga Minyak Turun Menjelang Data Ketenagakerjaan AS

Rupee India diperdagangkan sedikit melemah pada Kamis dengan pasangan USD/INR kembali bergerak mendekati 95,30, meskipun penurunan harga minyak dan perkembangan diplomatik di Timur Tengah secara umum dipandang sebagai faktor yang mendukung mata uang tersebut.

Sejumlah faktor, termasuk turunnya harga minyak mentah, laporan mengenai aktivitas pasar oleh Reserve Bank of India (RBI), serta kemajuan dalam pembicaraan diplomatik regional, secara umum dinilai positif bagi rupee. Namun, arus keluar dana asing yang berlanjut membatasi penguatan mata uang India.

Kontrak berjangka minyak mentah MCX untuk pengiriman Juli turun sekitar 1% ke level terendah dalam beberapa bulan di sekitar ₹6.450, mengikuti pelemahan minyak Brent menuju US$73 per barel. Menurut Kementerian Luar Negeri Qatar, pembahasan terbaru yang melibatkan mediator regional menunjukkan adanya kemajuan terkait Memorandum of Understanding (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran. Dialog diplomatik lebih lanjut diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang.

Harga minyak yang lebih rendah umumnya membantu mengurangi biaya impor energi India dan sering dipandang sebagai faktor pendukung bagi rupee mengingat sebagian besar kebutuhan minyak negara tersebut berasal dari impor. Reuters juga melaporkan bahwa Reserve Bank of India terlihat menjual dolar AS di pasar guna membantu meredam volatilitas nilai tukar.

Sementara itu, Foreign Institutional Investors (FII) tetap mencatat penjualan bersih saham India pada awal Juli. Pelaku pasar juga terus menantikan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang diharapkan memberikan petunjuk tambahan mengenai prospek kebijakan Federal Reserve. Menurut data CME FedWatch, pasar masih memperkirakan peluang yang tinggi untuk setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan tahun ini, yang dapat terus mendukung dolar AS dibandingkan mata uang pasar berkembang.

Dari sisi teknikal, USD/INR diperdagangkan di atas Exponential Moving Average (EMA) 20 hari, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 55, yang menunjukkan momentum netral hingga positif. Area resistensi berada di sekitar puncak 1 Juli di 95,52, sedangkan support awal berada di sekitar 94,85. Penembusan yang berkelanjutan di atas area resistensi dapat mengalihkan perhatian pasar ke kisaran 96,30, sementara penurunan di bawah support dapat mengembalikan fokus ke area support yang lebih luas di sekitar 93,99.

Sumber: Reuters, CNN, Kementerian Luar Negeri Qatar, CME Group FedWatch, Multi Commodity Exchange (MCX). Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi.