Harga berjangka tembaga di New York dan London sama-sama naik pada hari perdagangan pertama bulan Juni, seiring kekhawatiran pasar menjelang keputusan penting tentang tarif impor tembaga olahan AS yang akan ditetapkan pada 30 Juni.
Pada penutupan, harga tembaga COMEX melonjak lebih dari 2% ke 6,58 USD/lb, sementara harga tembaga LME juga naik hampir 2% ke atas 13.800 USD.
source:tradingview
Lonjakan ini berasal dari tenggat waktu penting: Departemen Perdagangan AS harus menyerahkan laporan penilaian pasar tembaga kepada Presiden Trump sebelum 30 Juni, termasuk rekomendasi apakah akan memberlakukan tarif impor untuk tembaga olahan.

source:tradingview
Pada Juli 2025, harga tembaga COMEX sempat ambruk 20% hanya dalam satu hari setelah Gedung Putih mengumumkan rencana tarif yang lebih ringan dari perkiraan. Dalam proposal tersebut, tembaga olahan tidak dikenai tarif segera, melainkan tarif 15% akan diterapkan mulai 1 Januari 2027. Trump kemudian memerintahkan Departemen Perdagangan untuk melakukan peninjauan ulang dan melaporkan hasilnya sebelum 30 Juni 2026.
Ketidakpastian ini telah memicu kembali aliran arbitrase. Premium tembaga AS dibandingkan harga global melebar tajam, mendorong masuknya aliran tembaga fisik ke pelabuhan-pelabuhan AS.
Pasokan juga semakin mengencang. Goldman Sachs memangkas perkiraan pertumbuhan pasokan tambang tembaga global 2026 sebesar 350.000 ton, akibat gangguan berkepanjangan di tambang Grasberg (Indonesia) dan Kamoa-Kakula, yang diperkirakan baru dapat beroperasi penuh pada 2028.
Impor tembaga AS telah berjalan jauh di atas perkiraan, mendorong Goldman Sachs menaikkan perkiraan defisit pasokan di luar AS dari 60.000 ton menjadi 640.000 ton.
Permintaan tetap tangguh, menjadi penopang harga. Analis Citi menyoroti konsumsi yang kuat dari pembangunan infrastruktur AI dan transisi energi, sehingga menaikkan perkiraan mereka: harga tembaga LME diprediksi menyentuh 14.500 USD/ton dalam bulan ini dan 15.000 USD/ton dalam 12 bulan ke depan. Goldman Sachs juga menaikkan target akhir 2026 dari 12.465 USD/ton menjadi 13.735 USD/ton.
Menurut Bloomberg, Citi menulis dalam catatannya: “Kekhawatiran yang masih berlanjut tentang tarif AS untuk tembaga olahan kemungkinan akan mendukung sentimen setidaknya hingga batas waktu peninjauan akhir Juni.”
