Defisit perdagangan barang Amerika Serikat menyempit 4,2% menjadi US$101,5 miliar pada Juni. Menurut data yang dilaporkan Reuters, perbaikan tersebut lebih baik dari perkiraan pasar. Meski demikian, para ekonom secara umum masih memperkirakan bahwa sektor perdagangan akan tetap menjadi faktor yang membebani pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II.
Gambaran PDB
- Pantheon Macroeconomics memperkirakan perdagangan bersih dapat mengurangi sekitar 1 poin persentase dari pertumbuhan PDB kuartal II.
- Konsensus Reuters memperkirakan estimasi awal PDB yang akan dirilis pada Kamis menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,1%, sama seperti laju pertumbuhan pada kuartal pertama.
- Impor barang turun US$8,2 miliar menjadi US$306,2 miliar, meskipun masih 16,6% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Ekspor turun ke US$204,7 miliar, level terendah dalam lima bulan, sebagian karena melemahnya pengiriman pasokan industri di tengah penurunan harga minyak.
Faktor lain yang perlu diperhatikan
- Pesanan barang modal non-pertahanan meningkat signifikan pada Juni, menunjukkan investasi bisnis tetap relatif tangguh dan berpotensi mengimbangi sebagian dampak dari melemahnya perdagangan bersih.
- Persediaan grosir naik 0,3%, sama seperti kenaikan pada Mei, sedangkan persediaan ritel di luar kendaraan bermotor turun 0,2%. Kontribusinya terhadap PDB masih akan ditentukan melalui estimasi resmi yang akan datang.
Kepercayaan konsumen melemah
Indeks kepercayaan konsumen Conference Board turun menjadi 90,8 pada Juli dari 92,2 pada bulan sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 92,3. Penurunan ini mencerminkan melemahnya sentimen terhadap pasar tenaga kerja serta berlanjutnya ketidakpastian terkait perkembangan di Timur Tengah.
Persentase responden yang menyatakan lapangan kerja masih melimpah turun ke level terendah sejak Februari 2021, sementara selisih indikator pasar tenaga kerja menyempit menjadi 3,1 dari 3,8.
Pasar perumahan
Data Federal Housing Finance Agency (FHFA) menunjukkan harga rumah keluarga tunggal naik 2,2% dibandingkan tahun sebelumnya pada Mei. Sementara itu, rata-rata suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) tetap bertenor 30 tahun mencapai 6,58%, sekitar 60 basis poin lebih tinggi dibandingkan akhir Februari, pada periode yang juga diwarnai meningkatnya ketegangan geopolitik.
Bagi pelaku pasar di Asia Tenggara
Rilis estimasi awal PDB pada Kamis akan menjadi perhatian utama pasar. Angka yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperkuat pandangan bahwa sektor perdagangan membebani pertumbuhan ekonomi kuartal II. Sebaliknya, hasil yang lebih kuat dari ekspektasi dapat mengindikasikan bahwa investasi domestik tetap tangguh meskipun menghadapi tekanan dari perdagangan eksternal. Data tersebut juga dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap dolar AS dan prospek suku bunga.
Sumber: Reuters, U.S. Commerce Department, Conference Board, Federal Housing Finance Agency (FHFA), Freddie Mac.
