Pound sterling bergerak dalam kisaran sempit terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan sesi Asia hari Jumat, dengan pasangan GBP/USD tetap berada di bawah level 1,3200. Meskipun pasangan mata uang ini berhasil pulih dari level terendah yang dicapai pada awal pekan, kenaikannya masih terbatas karena investor menyeimbangkan ketidakpastian politik di Inggris dengan kekuatan dolar AS yang masih bertahan.
Dolar AS Didukung oleh Inflasi dan Permintaan Safe Haven
Dolar AS terus memperoleh dukungan setelah data inflasi terbaru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Headline Personal Consumption Expenditures (PCE) meningkat 4,1% secara tahunan (YoY), sementara Core PCE, indikator inflasi pilihan The Fed, naik menjadi 3,4%, tetap berada di atas target inflasi jangka panjang bank sentral.
Selain itu, kekhawatiran geopolitik menyusul laporan mengenai insiden keamanan yang melibatkan kapal komersial di sekitar Selat Hormuz kembali meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS. Meskipun harga minyak telah turun dari level tertingginya, pelaku pasar masih terus memantau perkembangan di Timur Tengah karena berpotensi memengaruhi perdagangan global dan pasar energi.
Perkembangan Politik Membebani Pound Sterling
Pound sterling juga masih berada di bawah tekanan seiring investor terus mengevaluasi perkembangan politik di Inggris. Ketidakpastian mengenai arah kepemimpinan negara tersebut telah membuat pelaku pasar lebih berhati-hati sehingga membatasi permintaan terhadap pound, meskipun tidak ada rilis data ekonomi domestik yang signifikan.
Dengan minimnya agenda ekonomi dari Inggris, pergerakan sterling saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan politik domestik serta perubahan sentimen risiko global.
Peristiwa Penting yang Perlu Diperhatikan
Perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada rilis Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan, serta pidato Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams dan Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari.
Peristiwa-peristiwa tersebut dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, yang berpotensi memengaruhi pergerakan jangka pendek dolar AS maupun GBP/USD.
Level yang Perlu Diperhatikan
Area 1,3200 masih menjadi level resistensi awal bagi GBP/USD, diikuti oleh zona 1,3230–1,3250.
Sementara itu, support terdekat berada di sekitar 1,3140, dengan 1,3100 menjadi level penting berikutnya apabila tekanan jual kembali meningkat.
Indikator teknikal menunjukkan bahwa pasangan mata uang ini masih bergerak dalam fase konsolidasi. Volatilitas berpotensi meningkat setelah rilis data ekonomi dan pernyataan pejabat Federal Reserve, namun arah pergerakan selanjutnya kemungkinan tetap akan dipengaruhi oleh perkembangan politik di Inggris dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.
Fokus Pasar
Pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan politik di Inggris, komunikasi dari Federal Reserve, serta situasi geopolitik di Timur Tengah karena faktor-faktor tersebut diperkirakan tetap menjadi penggerak utama GBP/USD dalam jangka pendek.
Peringatan Risiko
Peringatan Risiko: Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi, nasihat keuangan, maupun rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Pasar valuta asing memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dan dapat dipengaruhi oleh data ekonomi, kebijakan bank sentral, perkembangan geopolitik, serta perubahan sentimen pasar. Investor disarankan untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan kondisi keuangan serta profil risikonya sebelum mengambil keputusan investasi.
