Harga Emas Naik Saat Dolar Melemah dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Mereda

Harga Emas Naik Saat Dolar Melemah dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Mereda

Harga emas menguat dalam perdagangan Asia pada hari Senin, memperpanjang pemulihan dari level terendah delapan bulan yang tercatat pekan lalu, seiring melemahnya dolar AS dan meredanya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve yang memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Reaksi Pasar

Harga emas spot naik 0,3% menjadi US$4.186,80 per ons pada pukul 21:28 ET (01:28 GMT), sementara kontrak berjangka emas menguat 1,8% menjadi US$4.199,75 per ons. Dolar AS melemah ke level terendah hampir dua pekan, sehingga menopang harga emas. Logam mulia lainnya juga menguat, dengan perak spot naik 0,4% menjadi US$62,7350 per ons dan platinum spot bertambah 1,1% menjadi US$1.661,03 per ons.

Pendorong Fundamental

Pemulihan ini terjadi setelah laporan nonfarm payrolls AS bulan Juni yang lebih lemah dari perkiraan, yang tercermin dalam penurunan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut tahun ini. Inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja tetap menjadi fokus utama dalam penilaian kebijakan The Fed, sementara banyak analis memperkirakan tekanan inflasi yang masih bertahan dapat membuat para pembuat kebijakan mempertahankan sikap yang hati-hati dalam beberapa bulan mendatang.

Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil dibandingkan instrumen berbunga seperti obligasi pemerintah. Faktor tersebut telah membebani harga emas sepanjang sebagian besar tahun ini dibandingkan rekor tertinggi yang dicapai pada Januari.

Penurunan harga minyak membantu meredakan sebagian kekhawatiran terhadap inflasi, meskipun pasar tetap memantau tekanan harga yang lebih luas, termasuk kebutuhan energi yang terkait dengan ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) serta risiko biaya akibat kondisi cuaca.

Selanjutnya

Risalah rapat kebijakan Federal Reserve bulan Juni yang dijadwalkan dirilis pekan ini diperkirakan akan memberikan gambaran tambahan mengenai pandangan para pembuat kebijakan terhadap inflasi dan suku bunga, serta berpotensi memengaruhi arah jangka pendek harga emas dan dolar AS.