OPEC+ Tambah 188.000 Barel per Hari untuk Agustus Saat Kurva Brent Beralih ke Contango

OPEC+ Tambah 188.000 Barel per Hari untuk Agustus Saat Kurva Brent Beralih ke Contango

OPEC+ pada hari Minggu menyetujui kenaikan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari (bpd) mulai Agustus, sehingga total peningkatan produksi kumulatif sejak April mencapai sekitar 940.000 bpd, sementara kurva harga Brent beralih ke kondisi contango di tengah membaiknya kondisi pasokan jangka pendek.

Reaksi Pasar

Minyak Brent diperdagangkan di sekitar US$72 per barel pada hari Jumat, turun sekitar 43% dari puncaknya di atas US$120 per barel, seiring pemulihan bertahap aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz setelah perkembangan diplomatik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan yang sebelumnya menopang harga minyak tahun ini. Saham Saudi Aramco turun tipis pada hari Minggu menjadi 26,04 SAR, berada di kisaran tengah rentang pergerakan 52 minggunya.

Kurva harga Brent beralih ke kondisi contango pada 3 Juli untuk pertama kalinya tahun ini, dengan selisih kontrak enam bulan turun menjadi minus 56 sen. Struktur pasar ini umumnya ditafsirkan mencerminkan kondisi pasokan jangka pendek yang lebih longgar, bukan sebagai indikasi arah harga minyak di masa depan.

Pendorong Fundamental

Tujuh anggota OPEC+ yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia menyetujui kenaikan produksi melalui konferensi video, menandai tahap terakhir dari pengurangan dua putaran pemangkasan produksi yang diberlakukan sejak 2023. Sementara itu, putaran pemangkasan ketiga masih dijadwalkan tetap berlaku hingga akhir tahun. Menurut pernyataan OPEC, sejumlah delegasi juga membahas kemungkinan mempercepat pemulihan sisa produksi tersebut.

Pasokan juga terus meningkat di luar penyesuaian kuota terbaru OPEC+. UEA mencatat ekspor bulan Juni sekitar 3,7 juta bpd, berdasarkan data pelacakan kapal dari Kpler dan Vortexa yang dikutip Reuters. Ekspor minyak Rusia dari pelabuhan-pelabuhan barat juga mencapai hampir 3 juta bpd pada Juni, menurut sumber perdagangan dan industri, setelah gangguan pada kilang domestik mendorong lebih banyak minyak mentah dialihkan ke pasar ekspor.

Sementara itu, Irak mengajukan permintaan untuk meningkatkan kuota produksinya, dengan seorang penasihat energi mengatakan kepada Reuters bahwa permintaan tersebut didasarkan pada pertimbangan ekonomi domestik.

Menurut laporan riset dari Citi, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan UBS, prospek harga minyak akan tetap dipengaruhi oleh tren produksi, pertumbuhan permintaan, serta kondisi ekonomi global.

Konteks Teknis

Peralihan kurva Brent ke kondisi contango—ketika kontrak jangka pendek diperdagangkan di bawah kontrak berjangka lebih panjang—umumnya dipandang sebagai cerminan kondisi pasokan jangka pendek yang lebih longgar, bukan sebagai sinyal arah harga minyak tertentu.

Selanjutnya

Pasar akan mencermati laporan persediaan minyak dari U.S. Energy Information Administration (EIA) pada 8 Juli, data inflasi (CPI) Amerika Serikat pada 14 Juli yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve dan pergerakan dolar AS, serta pertemuan tingkat menteri OPEC+ pada 2 Agustus yang dijadwalkan membahas kuota produksi untuk September. Investor juga akan memantau perkembangan terkait permintaan Irak untuk peningkatan kuota produksi.