Menurut data Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), opsi mata uang senilai miliaran dolar dijadwalkan jatuh tempo pada Rabu, 8 Juli 2026. Level strike dengan nilai nominal besar umumnya dipantau pelaku pasar karena aktivitas lindung nilai (hedging) dealer dapat memengaruhi pergerakan harga jangka pendek di sekitar waktu jatuh tempo.
Ketika posisi opsi terkonsentrasi di sekitar harga spot, market maker dapat membeli atau menjual mata uang acuan untuk mempertahankan posisi delta-neutral. Proses ini dapat berkontribusi pada fenomena pinning, yaitu ketika harga cenderung diperdagangkan lebih dekat dengan level strike yang memiliki konsentrasi posisi besar menjelang jatuh tempo.
EUR/USD memiliki konsentrasi opsi terbesar pada sesi Rabu, dengan €1,88 miliar di level 1,1400, €1,33 miliar di 1,1500, dan €960 juta di 1,1750. Dengan harga spot berada di sekitar 1,1421, level 1,1400 menjadi salah satu level yang paling dekat dengan harga saat ini dan banyak dipantau oleh pelaku pasar. Untuk jatuh tempo pada 10 Juli, terdapat opsi senilai €1,63 miliar di level 1,1300 dan €1,24 miliar di 1,1405.
Pada pasangan USD/JPY, opsi jatuh tempo tersebar di beberapa level, termasuk US$1,12 miliar pada 164,50, US$1,05 miliar pada 160,00, dan US$949,6 juta pada 163,50. Level-level tersebut dapat memengaruhi aktivitas perdagangan selama periode jatuh tempo. Selain itu, opsi senilai US$3,42 miliar pada level 160,50 dijadwalkan jatuh tempo pada 13 Juli dan tetap menjadi salah satu level yang dipantau pasar.
Opsi jatuh tempo juga tercatat pada pasangan USD/CAD, GBP/USD, AUD/USD, USD/BRL, USD/CNY, USD/KRW, EUR/GBP, USD/MXN, dan NZD/USD.
Level jatuh tempo opsi tidak selalu menentukan arah pergerakan harga. Namun, pelaku pasar umumnya tetap memantau level-level tersebut karena aktivitas lindung nilai dealer dapat berkontribusi terhadap fluktuasi harga jangka pendek, di samping faktor lain seperti likuiditas pasar dan perkembangan ekonomi makro.
