Pejabat perdagangan Amerika Serikat dan Meksiko memulai putaran ketiga perundingan bilateral mengenai USMCA di Mexico City pada Selasa, yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis. Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump memberlakukan tarif baru terhadap hampir US$20 miliar produk asal Kanada, sehingga meningkatkan ketegangan perdagangan antara kedua negara ketika negosiasi semakin berfokus pada Meksiko.
Tiga perkembangan utama:
Tekanan tenggat waktu meningkat: Amerika Serikat memutuskan untuk tidak memperpanjang periode peninjauan enam tahun USMCA pada 1 Juli, sehingga memulai proses sunset selama 10 tahun kecuali ketiga negara menyetujui revisi perjanjian. Duta Besar Meksiko Roberto Lazzeri mengatakan Meksiko berharap kesepakatan baru dapat dicapai sebelum akhir tahun, seraya menilai bahwa ketidakpastian yang berkepanjangan dapat memengaruhi daya saing, pangsa pasar, dan investasi.
Aturan sektor otomotif tetap menjadi isu utama: Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) mengusulkan agar kendaraan yang diproduksi di Amerika Utara memenuhi persyaratan kandungan asal Amerika Serikat sebesar 50%. Sementara itu, Toyota memperluas produksi truk pikap di Texas dan General Motors berencana menginvestasikan US$1,5 miliar tahun ini, termasuk memindahkan sebagian produksi SUV Chevrolet dari Meksiko ke Amerika Serikat pada 2027.
Neraca perdagangan menunjukkan perbedaan yang semakin besar: Menurut data Biro Sensus Amerika Serikat, defisit perdagangan barang AS dengan Meksiko meningkat 17% menjadi US$197 miliar pada 2025, sedangkan defisit dengan Kanada turun 21% menjadi US$48,3 miliar. Perkembangan ini terjadi seiring meningkatnya fokus Washington terhadap negosiasi dengan Meksiko, sementara hubungan dagang dengan Kanada menjadi semakin tegang.
Prospek pasar
Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan perundingan USMCA, kebijakan tarif terbaru, serta kemungkinan perubahan aturan rantai pasok industri otomotif di Amerika Utara. Reuters melaporkan bahwa penjualan kendaraan merek China di Meksiko meningkat 30% pada paruh pertama 2026 meskipun tarif masih berlaku, sebuah perkembangan yang dapat menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai aturan asal barang dan rantai pasok regional.
Sumber: Reuters; U.S. Census Bureau; Office of the United States Trade Representative (USTR).
