Median kenaikan upah dalam kesepakatan penggajian di Inggris bertahan di 3,3% selama tiga bulan hingga Juni, sama seperti tiga periode sebelumnya, menurut data yang dirilis perusahaan analisis SDM Brightmine pada Rabu. Data tersebut dipublikasikan di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih dipengaruhi konflik Iran serta dampaknya terhadap harga energi.
Tiga poin penting bagi pasar:
Pertumbuhan upah tetap tangguh: Kenaikan upah tercatat lebih tinggi dibandingkan perkiraan banyak perusahaan pada awal 2026, menunjukkan bahwa tekanan upah masih bertahan lebih lama dari yang diperkirakan. Kondisi ini diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pertimbangan penting bagi Bank of England (BOE) dalam mengevaluasi perkembangan inflasi.
Cakupan survei yang luas: Laporan ini mencakup 268 kesepakatan pengupahan yang mewakili lebih dari 3,6 juta pekerja selama periode April hingga Juni, sehingga memberikan gambaran yang luas mengenai tren upah di pasar tenaga kerja Inggris.
Kondisi pasar tenaga kerja: Data upah ini dirilis setelah laporan resmi pada Selasa menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Inggris mulai stabil, meskipun aktivitas perekrutan masih relatif lemah dibandingkan tingkat historis. Kombinasi antara perekrutan yang moderat dan pertumbuhan upah yang tetap bertahan terus menjadi pertimbangan dalam penilaian kebijakan Bank of England.
Prospek pasar
Empat kuartal berturut-turut dengan pertumbuhan upah yang stabil menunjukkan bahwa tren upah secara umum tetap konsisten. Bank of England diperkirakan akan terus mengevaluasi apakah kenaikan harga energi dapat mendorong tekanan inflasi yang lebih berkelanjutan. Pelaku pasar juga akan mencermati pernyataan BOE berikutnya serta data Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.
Sumber: Brightmine; Reuters; UK Office for National Statistics (ONS).
