Bitcoin naik 1,9% menjadi US$63.352,8 pada pukul 21.09 GMT hari Kamis, sekitar 9% di atas penutupan bulanan Juni. Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta turunnya harga minyak membantu meningkatkan sentimen aset berisiko, menurut data Investing.com.
Pemulihan ini terjadi setelah Bitcoin sempat turun hampir 2% sehari sebelumnya. Sentimen pasar kemudian membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menghubungi pihak AS untuk melanjutkan pembicaraan.
Menurut analis Nexo Dispatch, Iliya Kalchev, terdapat tiga perkembangan pasar yang menjadi perhatian:
- Didorong permintaan pasar spot: Open interest kontrak berjangka Bitcoin turun menjadi sekitar US$30 miliar berdasarkan data Glassnode, sementara harga tetap naik. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan terbaru terutama didukung oleh permintaan di pasar spot, bukan oleh peningkatan posisi berleverage.
- Pasokan di bursa semakin terbatas: Bitcoin yang disimpan di bursa terpusat turun menjadi sekitar 6,6% dari total pasokan yang beredar, level terendah sejak 2017. Secara historis, tren serupa sering terjadi bersamaan dengan periode kinerja pasar yang lebih kuat karena berkurangnya likuiditas jual yang tersedia.
- Volatilitas mereda: Volatilitas tersirat 30 hari menurun setelah meningkat selama dua hari berturut-turut, yang menunjukkan bahwa ekspektasi volatilitas pasar telah berkurang.
Di sisi lain, risalah rapat FOMC bulan Juni dinilai oleh sebagian pelaku pasar lebih dovish dibandingkan perkiraan sebelumnya, sehingga membantu meredakan kekhawatiran mengenai arah kebijakan suku bunga, meskipun risiko inflasi yang dipengaruhi harga energi masih tetap ada.
Altcoin utama juga menguat, dengan Ethereum naik 0,6%, XRP bertambah 0,6%, Solana naik 1,2%, dan Dogecoin menguat 1,4%.
Fokus pasar: Kombinasi penurunan open interest kontrak berjangka dan kenaikan harga pasar spot secara historis dipandang oleh sebagian pelaku pasar sebagai cerminan permintaan spot yang lebih kuat dibandingkan aktivitas perdagangan berbasis leverage. Pelaku pasar kemungkinan akan terus memantau apakah Bitcoin mampu mempertahankan pergerakan di sekitar level US$64.000, sementara perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi salah satu faktor utama yang dapat memengaruhi volatilitas pasar aset kripto.
Sumber: Investing.com, Reuters, Glassnode, Nexo Dispatch
