Dolar AS Bertahan Dekat Level Tertinggi Beberapa Bulan Menjelang Data PCE, Fokus Pasar Tertuju pada Pasangan Mata Uang Utama

Dolar AS Bertahan Dekat Level Tertinggi Beberapa Bulan Menjelang Data PCE, Fokus Pasar Tertuju pada Pasangan Mata Uang Utama

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di dekat level tertinggi terbaru pada Kamis seiring investor menantikan rilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat bulan Mei, salah satu indikator inflasi yang paling diperhatikan oleh Federal Reserve.

Pelaku pasar juga memantau sejumlah data ekonomi penting lainnya yang akan dirilis bersamaan, termasuk Personal Income, Personal Spending, dan revisi final Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal pertama.

Menurut konsensus yang dihimpun oleh FactSet, inflasi PCE tahunan diperkirakan meningkat menjadi 4,1%, sementara inflasi inti PCE diproyeksikan tetap berada di level 3,3%.

Philip Wee, analis strategi dari DBS, menyatakan bahwa reli Dolar AS baru-baru ini dapat menghadapi volatilitas yang lebih tinggi apabila data inflasi yang dirilis berbeda secara signifikan dari ekspektasi pasar saat ini.

Menurut data CME FedWatch, ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan Federal Reserve telah meningkat dibandingkan satu minggu sebelumnya, memberikan dukungan tambahan bagi Dolar AS.

EUR/USD Tetap Sensitif terhadap Sinyal ECB

EUR/USD diperdagangkan di sekitar level 1,1350 seiring investor mengevaluasi prospek kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).

ECB menaikkan suku bunga deposito menjadi 2,25% pada awal bulan ini dan memperbarui proyeksi inflasi untuk kawasan euro.

Pasar juga memantau publikasi Economic Bulletin terbaru ECB guna memperoleh petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

Sejumlah analis menilai bahwa perbedaan ekspektasi kebijakan antara Federal Reserve dan ECB masih menjadi faktor yang memengaruhi sentimen terhadap pasangan mata uang ini.

USD/JPY Bertahan Dekat Level Tinggi Terbaru

USD/JPY tetap berada di area tinggi karena investor memantau perbedaan suku bunga antara Amerika Serikat dan Jepang serta komentar dari para pembuat kebijakan Jepang.

Pejabat Jepang telah berulang kali menegaskan kesiapan mereka untuk merespons volatilitas nilai tukar yang berlebihan, sementara para anggota Bank of Japan (BoJ) terus mendiskusikan jalur normalisasi kebijakan moneter.

Namun demikian, selisih suku bunga antara AS dan Jepang masih menjadi faktor utama yang mendukung pasangan mata uang tersebut.

Pelaku pasar terus mengamati area harga tertinggi terbaru untuk mencari tanda-tanda potensi respons kebijakan dari otoritas Jepang.

GBP/USD Menunggu Petunjuk Kebijakan Berikutnya

GBP/USD diperdagangkan di atas level 1,3150 ketika investor menyeimbangkan perkembangan domestik Inggris dengan arah pergerakan Dolar AS secara lebih luas.

Bank of England mempertahankan suku bunga kebijakan di level 3,75% pada bulan Juni sambil terus menyoroti risiko inflasi yang masih ada.

Dalam jangka pendek, pergerakan pound sterling masih dianggap sangat dipengaruhi oleh sentimen terhadap Dolar AS dan ekspektasi suku bunga global.

AUD/USD Didukung oleh Data Ketenagakerjaan

AUD/USD bertahan di sekitar level 0,6900 setelah data pasar tenaga kerja Australia menunjukkan penurunan tingkat pengangguran dan peningkatan jumlah pekerja penuh waktu.

Meskipun data ketenagakerjaan memberikan dukungan bagi Dolar Australia, sentimen risiko global, tren harga komoditas, dan ekspektasi kebijakan moneter AS tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi mata uang tersebut.

Fokus Pasar Tetap pada Data Inflasi

Laporan PCE Amerika Serikat dipandang sebagai salah satu rilis ekonomi terpenting minggu ini.

Apabila inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, hal itu dapat memperkuat pandangan bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat meningkatkan volatilitas di pasar valuta asing dan mendorong investor untuk meninjau kembali prospek kebijakan Federal Reserve.

Sumber: US Bureau of Economic Analysis (BEA), CME FedWatch Tool, European Central Bank, Bank of England, Reuters, Australian Bureau of Statistics (ABS), FactSet Consensus Estimates.